Berpikir kopotenensional'' dengan materi Decomposition

 "Berpikir Komputasional" (Computational Thinking) dengan santai, lengkap dengan contoh-contoh yang relate banget di SMK Negeri 1 Kedawung Sragen, Jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

Bayangkan berpikir komputasional itu seperti punya superpower buat mecahin masalah gede jadi kecil-kecil, terus nyari cara paling efisien buat nyelesaiinnya.


💡 1. Decomposition (Pemecahan Masalah)

Ini adalah langkah memecah masalah besar jadi bagian-bagian yang lebih kecil dan gampang diurus. Kayak kita mau makan ayam goreng gede, kan enggak langsung ditelen semua, tapi dipotong kecil-kecil dulu.

🐓 Contoh Nyata di ATU: Panen Telur Ayam Petelur
b

Masalah BesarDecomposition (Dipecah Jadi)
Target Produksi Harian Telur Belum Tercapai1. Kualitas Pakan: Apakah pakan sudah sesuai standar nutrisi?
2. Kesehatan Ayam: Ada enggak ayam yang sakit atau stres?
3. Manajemen Kandang: Suhu, ventilasi, dan kebersihan kandang gimana?
4. Jadwal Panen: Apakah panennya sudah teratur dan tepat waktu?
5. Jenis Ayam: Apakah jenis ayamnya memang ras petelur unggulan?

Dengan memecahnya, guru atau siswa ATU jadi tahu harus fokus ngecek ke mana dulu, enggak bingung ngurusin semuanya sekaligus.


✨ 2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

Setelah masalah dipecah, kita mencari kesamaan, tren, atau pola yang muncul dari data atau masalah-masalah kecil itu.

🐣 Contoh Nyata di ATU: Penyebab Ayam Sakit

ObservasiPola yang Ditemukan
Ayam sering diare (mencret) setelah minggu ketiga pergantian pakan.Pola: Ayam kesulitan beradaptasi dengan pakan baru, terutama setelah fase pertumbuhan tertentu.
Angka kematian tinggi saat musim hujan dan lantai kandang sering becek.Pola: Kelembaban tinggi dan sanitasi yang kurang baik memicu penyakit pernapasan/pencernaan (kaki basah).

Gunanya: Kalau pola ini sudah ketemu, siswa ATU enggak perlu pusing cari solusi dari awal lagi. Cukup terapkan solusi yang pernah berhasil untuk pola yang sama! "Oh, kalau hujan begini, berarti harus tambah sekam kering!"


🎨 3. Abstraction (Abstraksi)

Ini adalah proses memfokuskan pada detail yang paling penting dan mengabaikan detail yang kurang relevan. Ibaratnya, kalau mau bikin resep nasi goreng, yang penting itu nasi, bumbu, sama wajan. Warna wajan atau jenis piringnya enggak penting.

🐔 Contoh Nyata di ATU: Menghitung Efisiensi Pakan

Detail yang Diperhatikan (Penting)Detail yang Diabaikan (Kurang Penting)
Food Conversion Ratio (FCR): Perbandingan jumlah pakan yang dihabiskan dengan bobot daging/telur yang dihasilkan.Suara bising dari jalan raya di depan SMK.
Berat badan rata-rata ayam per minggu.Warna bulu ayam yang tidak mempengaruhi produksi.
Harga jual telur atau daging.Perasaan siswa saat membersihkan kandang (walaupun penting, tapi tidak masuk perhitungan efisiensi).

Gunanya: Dengan Abstraksi, siswa ATU bisa membuat model sederhana dari peternakan (misalnya tabel FCR) tanpa harus terganggu oleh hal-hal yang tidak memengaruhi hasil akhir produksi.


📐 4. Algorithm Design (Desain Algoritma)

Ini adalah langkah terakhir, yaitu membuat urutan langkah-langkah yang jelas, terperinci, dan logis untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan. Ini seperti membuat SOP (Standar Operasional Prosedur).

📝 Contoh Nyata di ATU: Prosedur Vaksinasi Ayam

LangkahDeskripsi
STARTPersiapan: Siapkan vaksin, jarum suntik steril, cooler box, dan catat nomor ayam/kandang.
Langkah 1Penyimpanan: Pastikan vaksin disimpan sesuai suhu (misal: $2^\circ\text{C}$ sampai $8^\circ\text{C}$) sampai siap digunakan.
Langkah 2Penanganan Ayam: Ambil ayam satu per satu dengan tenang (pola yang sudah dikenali).
Langkah 3Injeksi: Suntikkan dosis yang tepat (misal: $0.5\text{ ml}$) ke lokasi yang benar (misal: otot dada).
Langkah 4Pencatatan: Langsung catat ayam yang sudah divaksin di buku/tabel (tanggal, jenis vaksin, dosis).
Langkah 5Pembuangan: Buang jarum dan limbah vaksin dengan aman.
ENDMonitoring: Amati ayam selama 24 jam untuk reaksi pascavaksinasi.

Gunanya: Dengan Algoritma ini, bahkan siswa baru di ATU pun bisa melakukan vaksinasi dengan benar dan konsisten, mengurangi kesalahan (pola yang sering terjadi) dan memastikan semua ayam menerima perlakuan yang sama.


Intinya, Berpikir Komputasional membantu anak-anak ATU di SMK Negeri 1 Kedawung Sragen untuk tidak hanya bisa mengurus ternak, tapi juga bisa menganalisis, merencanakan, dan mengoptimalkan peternakan mereka secara profesional dan efisien!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuliskan Solusi Rancangan Program Sederhana dalam Format Pseudocode yang Dekat dengan Bahasa Komputer